Perbedaan Beam dan Chainbase: Beam diperdagangkan di Rp27,82 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp51,89M), sedangkan Chainbase diperdagangkan di Rp1.172 (kapitalisasi pasar Rp423,89M, volume 24 jam Rp73,8M). Perbedaan utamanya: Beam jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Chainbase, dan suplai beredar Beam 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) dibanding 362,6M / 1B C (37%) milik Chainbase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Beam selama 44 Hari dan Chainbase selama 9 Hari.
| BEAMX | C | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,42T | Rp423,89M |
Volume (24h) | Rp51,89M | Rp73,8M |
Suplai yang Beredar | 51,3B / 58,5B BEAMX (88%) | 362,6M / 1B C (37%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Beam, sebelumnya Merit Circle, adalah DAO yang berfokus mengembangkan ekonomi play-to-earn (P2E). Tujuannya adalah untuk menciptakan era baru gameplay di mana pengguna dapat memperoleh uang dengan memainkan game yang mereka sukai, alih-alih hanya menjadikannya sebagai hobi. Pemegang token MC memiliki hak suara untuk memutuskan masa depan organisasi, serta mendapatkan dan staking token mereka untuk memenangkan hadiah.
Selengkapnya di halaman BEAMX →Chainbase membangun Hyperdata Network untuk AI, berfungsi sebagai lapisan dasar bagi era DataFi. Platform ini mengubah sinyal on-chain yang terfragmentasi menjadi data yang terstruktur, terverifikasi, dan siap untuk AI, memungkinkan koordinasi permissionless antara agen, aplikasi, dan manusia. Chainbase memberdayakan ekonomi data terdesentralisasi di mana data menjadi modal—dapat dikomposisi, dimonetisasi, dan terbuka untuk semua.
Selengkapnya di halaman C →