Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) vs Kimia Farma Tbk (KAEF)

Bank Danamon Indonesia TbkTrading
Kimia Farma TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Danamon Indonesia Tbk dan Kimia Farma Tbk: Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.150 (kapitalisasi pasar 40,06 T, volume 24 jam 1,96 jt), sedangkan Kimia Farma Tbk diperdagangkan di Rp452 (kapitalisasi pasar 2,53 T, volume 24 jam 344,5 rb). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 15,8× kapitalisasi pasar Kimia Farma Tbk, dan Bank Danamon Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,96 jt vs 344,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BDMNKAEF
Kapitalisasi Pasar
40,06 T2,53 T
Volume
1,96 jt344,5 rb
Lot
19,62 rb3,45 rb
Perputaran
8,11 M156,07 jt
Harga Rata-rata
4.134,3453,03
Nilai Transaksi
8,11 M156,07 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.150452
Volume Ekuilibrium Indikatif
3904

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BDMN
Lihat detail
KAEF
Lihat detail

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN

Tentang Kimia Farma Tbk

PT Kimia Farma Tbk (the Company) was established based on the Notarial Deed No. 18 dated August 16, 1971, as amended by Notarial Deed No. 18 dated October 11, 1971 of Soelaeman Ardjasasmita, S.H., under its original name Perusahaaan Negara Farmasi dan Alat Kesehatan Bhinneka Kimia Farma (PN Farmasi Kimia Farma). PN Farmasi Kimia Farma consist of : Badan Pimpinan Umum Perusahaan-perusahaan Negara Farmasi dan Alat Kesehatan (established 1961) Perusahaan Negara Farmasi Alat Kesehatan Radja Farma (established 1961) Perusahaan Negara Farmasi Alat Kesehatan Nakula Farma (established 1961) Perusahaan Negara Farmasi Alat Kesehatan Bhinneka Kimia Farma (established 1961)PN Farmasi Kimia Farma has been changed to PT Kimia Farma (Persero) Tbk based on notarial deed dated October 11, 1971. The company’s article of association has been amended from time to time, the latest of which was covered by notarial deed dated Sept 22, 2000 by Wahjono H, SH concerning Right Issue (as public company). The Company operates 210 apoteks, 6 units production and 40 branches pharmacy wholesale. The company’s share will be listed in BEJ and BES.

Selengkapnya di halaman KAEF