Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) vs Griptha Putra Persada Tbk. (GRPH)

Bank Danamon Indonesia Tbk
Griptha Putra Persada Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Danamon Indonesia Tbk dan Griptha Putra Persada Tbk.: Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.150 (kapitalisasi pasar 40,06 T, volume 24 jam 1,96 jt), sedangkan Griptha Putra Persada Tbk. diperdagangkan di Rp59 (kapitalisasi pasar 59 M, volume 24 jam 472,1 rb). Perbedaan utamanya: Bank Danamon Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 679× kapitalisasi pasar Griptha Putra Persada Tbk., dan Bank Danamon Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,96 jt vs 472,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BDMNGRPH
Kapitalisasi Pasar
40,06 T59 M
Volume
1,96 jt472,1 rb
Lot
19,62 rb4,72 rb
Perputaran
8,11 M27,78 jt
Harga Rata-rata
4.134,358,84
Nilai Transaksi
8,11 M27,78 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.15059
Volume Ekuilibrium Indikatif
390107

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BDMN
Lihat detail
GRPH
Lihat detail

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN

Tentang Griptha Putra Persada Tbk.

PT Griptha Putra Persada Tbk (the Company), was established based on Notarial Deed No. 26 dated April 14, 2010 of Drs. Ika Slamet Riyono, S.H., notary in Kudus. The Company started its commercial operation in July 1, 2015. The Company’s immediate parent company is PT Mulia Jaya Palma and the ultimate controlling shareholder of the Company is Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

Selengkapnya di halaman GRPH