Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 770,19 M, volume 24 jam 10,26 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp61 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 5,39 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (10,26 jt vs 5,39 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BDKRSQMI
Kapitalisasi Pasar
770,19 M978,87 M
Volume
10,26 jt5,39 jt
Lot
102,63 rb53,89 rb
Perputaran
1,67 M333,29 jt
Harga Rata-rata
163,1661,85
Nilai Transaksi
1,67 M333,29 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
16162
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,12 rb34

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BDKR
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI