Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Berdikari Pondasi Perkasa TbkTrading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Berdikari Pondasi Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp163 (kapitalisasi pasar 770,19 M, volume 24 jam 14,46 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp326 (kapitalisasi pasar 5,41 T, volume 24 jam 4,21 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 7× kapitalisasi pasar Berdikari Pondasi Perkasa Tbk, dan Berdikari Pondasi Perkasa Tbk lebih aktif diperdagangkan (14,46 jt vs 4,21 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BDKRSMRA
Kapitalisasi Pasar
770,19 M5,41 T
Volume
14,46 jt4,21 jt
Lot
144,63 rb42,14 rb
Perputaran
2,35 M1,38 M
Harga Rata-rata
162,49326,63
Nilai Transaksi
2,35 M1,38 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
163326
Volume Ekuilibrium Indikatif
605286

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BDKR
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Berdikari Pondasi Perkasa Tbk

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (the “Company”) was established on February 27, 1984 based onNotarial Deed No. 81 of Gretha Liestijawatie, S.H. The Company started its commercial operations onFebruary 27, 1984. The controlling interest of the Company is owned by an individual namely Tan John Tanuwijaya.

Selengkapnya di halaman BDKR

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA