Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bank Neo Commerce TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Neo Commerce Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bank Neo Commerce Tbk diperdagangkan di Rp224 (kapitalisasi pasar 2,88 T, volume 24 jam 9,59 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp61 (kapitalisasi pasar 823,49 M, volume 24 jam 69,43 jt). Perbedaan utamanya: Bank Neo Commerce Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (69,43 jt vs 9,59 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBYBSQMI
Kapitalisasi Pasar
2,88 T823,49 M
Volume
9,59 jt69,43 jt
Lot
95,86 rb694,32 rb
Perputaran
2,1 M3,99 M
Harga Rata-rata
219,3257,5
Nilai Transaksi
2,1 M3,99 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
22461
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,98 rb9,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBYB
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bank Neo Commerce Tbk

PT Bank Yudha Bhakti Tbk (Bank) was established based on Notarial Deed No. 68 dated September 19, 1989 of Amrul Partomuan Pohan, S.H.,LLM., as amenden Notarial Deed No. 13 dated November 2, 1989, notary ini Jakarta. At first shareholding Bank Yudha Bhakti only owned by the Parent / Central Cooperative TNI and POLRI, but later shareholding Bank Yudha Bhakti is also owned by private

Selengkapnya di halaman BBYB

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI