Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM)

Bank Tabungan Negara Persero TbkTrading
Sumber Mas Konstruksi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Sumber Mas Konstruksi Tbk.: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.205 (kapitalisasi pasar 16,4 T, volume 24 jam 17,41 jt), sedangkan Sumber Mas Konstruksi Tbk. diperdagangkan di Rp65 (kapitalisasi pasar 87,71 M, volume 24 jam 899,6 rb). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 187× kapitalisasi pasar Sumber Mas Konstruksi Tbk., dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (17,41 jt vs 899,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNSMKM
Kapitalisasi Pasar
16,4 T87,71 M
Volume
17,41 jt899,6 rb
Lot
174,1 rb9 rb
Perputaran
20,67 M57,71 jt
Harga Rata-rata
1.187,164,16
Nilai Transaksi
20,67 M57,71 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.20565
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,68 rb193

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
SMKM
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Sumber Mas Konstruksi Tbk.

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk ("Company") formerly PT Rubenindo Artha Subur was established based on the Notarial Deed of E. Sianipar, S.H., No. 07 dated February 04, 1981.

Selengkapnya di halaman SMKM