Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Graha Mitra Asia Tbk. (RELF)

Bank Tabungan Negara Persero TbkTrading
Graha Mitra Asia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Graha Mitra Asia Tbk.: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.220 (kapitalisasi pasar 16,81 T, volume 24 jam 6,75 jt), sedangkan Graha Mitra Asia Tbk. diperdagangkan di Rp34 (kapitalisasi pasar 200,47 M, volume 24 jam 6,25 jt). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 83,9× kapitalisasi pasar Graha Mitra Asia Tbk., dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (6,75 jt vs 6,25 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNRELF
Kapitalisasi Pasar
16,81 T200,47 M
Volume
6,75 jt6,25 jt
Lot
67,48 rb62,54 rb
Perputaran
8,19 M209,23 jt
Harga Rata-rata
1.213,433,45
Nilai Transaksi
8,19 M209,23 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.22034
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,53 rb5 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
RELF
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Graha Mitra Asia Tbk.

PT Graha Mitra Asia Tbk (hereinafter referred to as the "Company") was established based on Deed No. 15 dated 17 April 2018 issued by Notary Susi Aprilina, SH MKn. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman RELF