Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA)

Bank Tabungan Negara Persero Tbk
Magna Investama Mandiri Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Magna Investama Mandiri Tbk.: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.205 (kapitalisasi pasar 16,4 T, volume 24 jam 17,41 jt), sedangkan Magna Investama Mandiri Tbk. diperdagangkan di Rp93 (kapitalisasi pasar 307 M, volume 24 jam 3,89 jt). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 53,4× kapitalisasi pasar Magna Investama Mandiri Tbk., dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (17,41 jt vs 3,89 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNMGNA
Kapitalisasi Pasar
16,4 T307 M
Volume
17,41 jt3,89 jt
Lot
174,1 rb38,91 rb
Perputaran
20,67 M366,25 jt
Harga Rata-rata
1.187,194,12
Nilai Transaksi
20,67 M366,25 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.20593
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,68 rb500

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
MGNA
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Magna Investama Mandiri Tbk.

PT Magna Finance Tbk (the Company) formerly PT Arkasa Utama Leasing was established based on Notarial Deed No. 10 dated March 09, 1984 of James Jacinta Susanti, S.H.

Selengkapnya di halaman MGNA