Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Maxindo Karya Anugerah Tbk. (MAXI)

Bank Tabungan Negara Persero Tbk
Maxindo Karya Anugerah Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Maxindo Karya Anugerah Tbk.: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.205 (kapitalisasi pasar 16,4 T, volume 24 jam 17,41 jt), sedangkan Maxindo Karya Anugerah Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 480,5 M, volume 24 jam 8 rb). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 34,1× kapitalisasi pasar Maxindo Karya Anugerah Tbk., dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (17,41 jt vs 8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNMAXI
Kapitalisasi Pasar
16,4 T480,5 M
Volume
17,41 jt8 rb
Lot
174,1 rb80
Perputaran
20,67 M400 rb
Harga Rata-rata
1.187,150
Nilai Transaksi
20,67 M400 rb
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.20550
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,68 rb1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
MAXI
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Maxindo Karya Anugerah Tbk.

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 26 of Dwi Swandiani, S.H., dated July 11, 2002. The Company started its commercial operations in 2002.

Selengkapnya di halaman MAXI