Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT)

Bank Tabungan Negara Persero TbkTrading
Wijaya Cahaya Timber Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Wijaya Cahaya Timber Tbk.: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.215 (kapitalisasi pasar 16,81 T, volume 24 jam 3,26 jt), sedangkan Wijaya Cahaya Timber Tbk. diperdagangkan di Rp92 (kapitalisasi pasar 182,56 M, volume 24 jam 592,4 rb). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 92,1× kapitalisasi pasar Wijaya Cahaya Timber Tbk., dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (3,26 jt vs 592,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNFWCT
Kapitalisasi Pasar
16,81 T182,56 M
Volume
3,26 jt592,4 rb
Lot
32,6 rb5,92 rb
Perputaran
3,95 M54,91 jt
Harga Rata-rata
1.210,8992,7
Nilai Transaksi
3,95 M54,91 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.21094
Volume Ekuilibrium Indikatif
91 rb29

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
FWCT
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Wijaya Cahaya Timber Tbk.

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (“the Company”) was established on March 8, 2017, based on Notarial Deed No.6 dated of Notary Rosdiana, S.H., Notary in Bekasi. PT Fortuna Anugrah Sumber Terpadu, the Company's major shareholder and the ultimate parent entity. The Company started its commercial production in March 2018.

Selengkapnya di halaman FWCT