Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs CSIS WARRANT SERIES I (CSIS-W)

Bank Tabungan Negara Persero TbkTrading
CSIS WARRANT SERIES ITrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan CSIS WARRANT SERIES I: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.205 (kapitalisasi pasar 16,4 T, volume 24 jam 17,41 jt), sedangkan CSIS WARRANT SERIES I diperdagangkan di Rp89 (kapitalisasi pasar 4,65 M, volume 24 jam 4,3 rb). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 3526,9× kapitalisasi pasar CSIS WARRANT SERIES I, dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (17,41 jt vs 4,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNCSIS-W
Kapitalisasi Pasar
16,4 T4,65 M
Volume
17,41 jt4,3 rb
Lot
174,1 rb43
Perputaran
20,67 M358,5 rb
Harga Rata-rata
1.187,183,37
Nilai Transaksi
20,67 M358,5 rb
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.205
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,68 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang CSIS WARRANT SERIES I

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS-W