Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Bundamedik Tbk (BMHS)

Bank Tabungan Negara Persero TbkTrading
Bundamedik TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Bundamedik Tbk: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.215 (kapitalisasi pasar 16,81 T, volume 24 jam 2,18 jt), sedangkan Bundamedik Tbk diperdagangkan di Rp188 (kapitalisasi pasar 1,63 T, volume 24 jam 298 rb). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 10,3× kapitalisasi pasar Bundamedik Tbk, dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (2,18 jt vs 298 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNBMHS
Kapitalisasi Pasar
16,81 T1,63 T
Volume
2,18 jt298 rb
Lot
21,83 rb2,98 rb
Perputaran
2,64 M56 jt
Harga Rata-rata
1.210,54187,93
Nilai Transaksi
2,64 M56 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.210188
Volume Ekuilibrium Indikatif
91 rb105

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
BMHS
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Bundamedik Tbk

PT Bundamedik Tbk (the “Company”) was established on 13 April 1978 based on Notarial Deed No. 21 of Adlan Yulizar, S.H. The Company strated its commercial operations in 1978. The Company’s parent and ultimate parent of the group is PT Bunda Investama Indonesia.

Selengkapnya di halaman BMHS