Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) vs Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL)

Bank Tabungan Negara Persero Tbk
Lavender Bina Cendikia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Tabungan Negara Persero Tbk dan Lavender Bina Cendikia Tbk.: Bank Tabungan Negara Persero Tbk diperdagangkan di Rp1.205 (kapitalisasi pasar 16,4 T, volume 24 jam 17,41 jt), sedangkan Lavender Bina Cendikia Tbk. diperdagangkan di Rp31 (kapitalisasi pasar 31,93 M, volume 24 jam 5 jt). Perbedaan utamanya: Bank Tabungan Negara Persero Tbk jauh lebih besar — sekitar 513,6× kapitalisasi pasar Lavender Bina Cendikia Tbk., dan Bank Tabungan Negara Persero Tbk lebih aktif diperdagangkan (17,41 jt vs 5 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBTNBMBL
Kapitalisasi Pasar
16,4 T31,93 M
Volume
17,41 jt5 jt
Lot
174,1 rb49,96 rb
Perputaran
20,67 M151,66 jt
Harga Rata-rata
1.187,130,35
Nilai Transaksi
20,67 M151,66 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.20531
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,68 rb17

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBTN
Lihat detail
BMBL
Lihat detail

Tentang Bank Tabungan Negara Persero Tbk

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (the Bank) was originally established as a state-owned bank under the name Bank Tabungan Pos, dated February 9,1950. Subsequently, the name of the Bank was changed to Bank Tabungan Negara based on Government Regulation Amendment of Law No.4 of 1963. The Bank started operating as a state-owned commercial bank on April 29, 1989. The Bank started its activities based on sharia principles on February 14, 2005 through the establishment of its first sharia branch in Jakarta - Harmoni.

Selengkapnya di halaman BBTN

Tentang Lavender Bina Cendikia Tbk.

PT Lavender Bina Cendikia Tbk ("Company") was established on November 27, 2013 based on theNotarial deed of Suparman Hasyim, S.H., No. 35. The Company started its commercial operations in2013. The ultimate beneficial owner of the Company is Galih Pandekar.

Selengkapnya di halaman BMBL