Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Krom Bank Indonesia Tbk
Wilton Makmur Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Krom Bank Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Krom Bank Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.610 (kapitalisasi pasar 17,13 T, volume 24 jam 300), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp61 (kapitalisasi pasar 823,49 M, volume 24 jam 69,43 jt). Perbedaan utamanya: Krom Bank Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 20,8× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (69,43 jt vs 300). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBSISQMI
Kapitalisasi Pasar
17,13 T823,49 M
Volume
30069,43 jt
Lot
3694,32 rb
Perputaran
1,39 jt3,99 M
Harga Rata-rata
4.643,3357,5
Nilai Transaksi
1,39 jt3,99 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.71061
Volume Ekuilibrium Indikatif
1009,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBSI
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Krom Bank Indonesia Tbk

PT BANK BISNIS INTERNASIONAL, TBK (hereinafter referred to as Bank) was established in Bandung under the name Bank Ekonomi Nasional NV based on Notary Deed Meester Tan Eng Kiam No. 76 dated March 16, 1957. The Bank has started commercial operationssince on April 11, 1957 upon the approval of the Ministry of Finance in its Decision Letter No. 56202/U.M.II.

Selengkapnya di halaman BBSI

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI