Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Krom Bank Indonesia TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Krom Bank Indonesia Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Krom Bank Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp4.610 (kapitalisasi pasar 17,13 T, volume 24 jam 300), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,45 jt). Perbedaan utamanya: Krom Bank Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 9,2× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,45 jt vs 300). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBSIJAWA
Kapitalisasi Pasar
17,13 T1,87 T
Volume
3001,45 jt
Lot
314,49 rb
Perputaran
1,39 jt164,85 jt
Harga Rata-rata
4.643,33113,81
Nilai Transaksi
1,39 jt164,85 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.710113
Volume Ekuilibrium Indikatif
10034

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBSI
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Krom Bank Indonesia Tbk

PT BANK BISNIS INTERNASIONAL, TBK (hereinafter referred to as Bank) was established in Bandung under the name Bank Ekonomi Nasional NV based on Notary Deed Meester Tan Eng Kiam No. 76 dated March 16, 1957. The Bank has started commercial operationssince on April 11, 1957 upon the approval of the Ministry of Finance in its Decision Letter No. 56202/U.M.II.

Selengkapnya di halaman BBSI

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA