Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) vs Timah Tbk. (TINS)

Pelayaran Nasional Bina Buana Raya TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk dan Timah Tbk.: Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk diperdagangkan di Rp116 (kapitalisasi pasar 992,1 M, volume 24 jam 2,62 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.720 (kapitalisasi pasar 28,6 T, volume 24 jam 39,78 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 28,8× kapitalisasi pasar Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (39,78 jt vs 2,62 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBRMTINS
Kapitalisasi Pasar
992,1 M28,6 T
Volume
2,62 jt39,78 jt
Lot
26,18 rb397,78 rb
Perputaran
303,09 jt148,69 M
Harga Rata-rata
115,773.737,96
Nilai Transaksi
303,09 jt148,69 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1163.720
Volume Ekuilibrium Indikatif
16117,96 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBRM
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk

Pelayaran Nasional Bina Buana Raya, PT (the company) was established based on Notarial Deed No. 1 of Augi Nugroho Hartadji SH, dated February 7, 1998.

Selengkapnya di halaman BBRM

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS