Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Pelayaran Nasional Bina Buana Raya TbkTrading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 992,1 M, volume 24 jam 1,36 jt), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp7.525 (kapitalisasi pasar 113,06 T, volume 24 jam 4,08 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 114× kapitalisasi pasar Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk, dan Merdeka Gold Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (4,08 jt vs 1,36 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBRMEMAS
Kapitalisasi Pasar
992,1 M113,06 T
Volume
1,36 jt4,08 jt
Lot
13,59 rb40,85 rb
Perputaran
158,23 jt30,71 M
Harga Rata-rata
116,457.516,93
Nilai Transaksi
158,23 jt30,71 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1187.700
Volume Ekuilibrium Indikatif
191303

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBRM
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk

Pelayaran Nasional Bina Buana Raya, PT (the company) was established based on Notarial Deed No. 1 of Augi Nugroho Hartadji SH, dated February 7, 1998.

Selengkapnya di halaman BBRM

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS