Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Buana Finance Tbk (BBLD) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Buana Finance TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Buana Finance Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Buana Finance Tbk diperdagangkan di Rp585 (kapitalisasi pasar 971,02 M, volume 24 jam 23,8 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp63 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 18,85 jt). Perbedaan utamanya: Buana Finance Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (18,85 jt vs 23,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBLDSQMI
Kapitalisasi Pasar
971,02 M978,87 M
Volume
23,8 rb18,85 jt
Lot
238188,48 rb
Perputaran
14,38 jt1,15 M
Harga Rata-rata
604,161,04
Nilai Transaksi
14,38 jt1,15 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
61563
Volume Ekuilibrium Indikatif
21,74 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBLD
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Buana Finance Tbk

PT Buana Finance Tbk (the Company) formerly PT. BBL Dharmala Finance Tbk was incorporated on June 7, 1982 as a leasing company with a joint venture between PT. Dharmala Sakti Sejahtera Tbk of Indonesia and Bangkok Bank Pcl of Thailand. At January 05, 2006 company's name was changed to PT Buana Finance Tbk.

Selengkapnya di halaman BBLD

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI