Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Buana Finance Tbk (BBLD) vs Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)

Buana Finance TbkTrading
Enseval Putera Megatrading Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Buana Finance Tbk dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Buana Finance Tbk diperdagangkan di Rp585 (kapitalisasi pasar 971,02 M, volume 24 jam 23,8 rb), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.360 (kapitalisasi pasar 6,31 T, volume 24 jam 6,2 rb). Perbedaan utamanya: Enseval Putera Megatrading Tbk. jauh lebih besar — sekitar 6,5× kapitalisasi pasar Buana Finance Tbk, dan Buana Finance Tbk lebih aktif diperdagangkan (23,8 rb vs 6,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBLDEPMT
Kapitalisasi Pasar
971,02 M6,31 T
Volume
23,8 rb6,2 rb
Lot
23862
Perputaran
14,38 jt14,49 jt
Harga Rata-rata
604,12.337,58
Nilai Transaksi
14,38 jt14,49 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
6152.360
Volume Ekuilibrium Indikatif
21

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBLD
Lihat detail
EPMT
Lihat detail

Tentang Buana Finance Tbk

PT Buana Finance Tbk (the Company) formerly PT. BBL Dharmala Finance Tbk was incorporated on June 7, 1982 as a leasing company with a joint venture between PT. Dharmala Sakti Sejahtera Tbk of Indonesia and Bangkok Bank Pcl of Thailand. At January 05, 2006 company's name was changed to PT Buana Finance Tbk.

Selengkapnya di halaman BBLD

Tentang Enseval Putera Megatrading Tbk.

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.

Selengkapnya di halaman EPMT