Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Buana Finance Tbk (BBLD) vs Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)

Buana Finance TbkTrading
Merdeka Gold Resources Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Buana Finance Tbk dan Merdeka Gold Resources Tbk.: Buana Finance Tbk diperdagangkan di Rp585 (kapitalisasi pasar 971,02 M, volume 24 jam 23,8 rb), sedangkan Merdeka Gold Resources Tbk. diperdagangkan di Rp7.675 (kapitalisasi pasar 112,69 T, volume 24 jam 19,74 jt). Perbedaan utamanya: Merdeka Gold Resources Tbk. jauh lebih besar — sekitar 116,1× kapitalisasi pasar Buana Finance Tbk, dan Merdeka Gold Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (19,74 jt vs 23,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBLDEMAS
Kapitalisasi Pasar
971,02 M112,69 T
Volume
23,8 rb19,74 jt
Lot
238197,4 rb
Perputaran
14,38 jt149,76 M
Harga Rata-rata
604,17.586,44
Nilai Transaksi
14,38 jt149,76 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6157.675
Volume Ekuilibrium Indikatif
210,73 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBLD
Lihat detail
EMAS
Lihat detail

Tentang Buana Finance Tbk

PT Buana Finance Tbk (the Company) formerly PT. BBL Dharmala Finance Tbk was incorporated on June 7, 1982 as a leasing company with a joint venture between PT. Dharmala Sakti Sejahtera Tbk of Indonesia and Bangkok Bank Pcl of Thailand. At January 05, 2006 company's name was changed to PT Buana Finance Tbk.

Selengkapnya di halaman BBLD

Tentang Merdeka Gold Resources Tbk.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (formerly PT Pani Bersama Jaya) (the Company), was established in Republic of Indonesia based on Deed of Establishment No. 87 dated 20 November 2015 made before Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notary in North Jakarta. The ultimate parent entity of the Company is PT Merdeka Copper Gold Tbk (MCG). Meanwhile, MCG is jointly controlled by PT Provident Capital Indonesia and PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, which are respectively controlled by Winato Kartono and Edwin Soeryadjaya.

Selengkapnya di halaman EMAS