Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Bank KB Bukopin TbkTrading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank KB Bukopin Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Bank KB Bukopin Tbk diperdagangkan di Rp51 (kapitalisasi pasar 9,48 T, volume 24 jam 58,77 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,45 jt). Perbedaan utamanya: Bank KB Bukopin Tbk jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Bank KB Bukopin Tbk lebih aktif diperdagangkan (58,77 jt vs 1,45 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBKPJAWA
Kapitalisasi Pasar
9,48 T1,87 T
Volume
58,77 jt1,45 jt
Lot
587,74 rb14,49 rb
Perputaran
2,99 M164,85 jt
Harga Rata-rata
50,79113,81
Nilai Transaksi
2,99 M164,85 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
51113
Volume Ekuilibrium Indikatif
11,64 rb34

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBKP
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Bank KB Bukopin Tbk

PT Bank Bukopin Tbk (the Bank) was established under its original name of Bank Umum Koperasi Indonesia (abbreviated to Bukopin) on Jul 10th, 1970 then changed to PT Bank Bukopin based on Notaries Deed dated Feb 25, 1993 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated June 29, 1993. The Bank started commercial operations as a limited liability company on July 1, 1993.

Selengkapnya di halaman BBKP

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA