Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) vs Timah Tbk. (TINS)

Allo Bank Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Allo Bank Indonesia Tbk dan Timah Tbk.: Allo Bank Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp900 (kapitalisasi pasar 19,36 T, volume 24 jam 19,32 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.720 (kapitalisasi pasar 28,6 T, volume 24 jam 39,78 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (39,78 jt vs 19,32 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBHITINS
Kapitalisasi Pasar
19,36 T28,6 T
Volume
19,32 jt39,78 jt
Lot
193,22 rb397,78 rb
Perputaran
17,39 M148,69 M
Harga Rata-rata
9003.737,96
Nilai Transaksi
17,39 M148,69 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
9003.720
Volume Ekuilibrium Indikatif
11117,96 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBHI
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Allo Bank Indonesia Tbk

PT Bank Harda Internasional Tbk (the Company) formerly PT Bank Arta Griya changed Bank Harda Griya was established on Notarial Deed No. 242 dated October 21, 1992 of Poerbaningsih Adi Warsito S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman BBHI

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS