Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) vs Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)

Allo Bank Indonesia Tbk
Enseval Putera Megatrading Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Allo Bank Indonesia Tbk dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Allo Bank Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp920 (kapitalisasi pasar 19,68 T, volume 24 jam 143,4 rb), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.330 (kapitalisasi pasar 6,26 T, volume 24 jam 4,5 rb). Perbedaan utamanya: Allo Bank Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Enseval Putera Megatrading Tbk., dan Allo Bank Indonesia Tbk lebih aktif diperdagangkan (143,4 rb vs 4,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBHIEPMT
Kapitalisasi Pasar
19,68 T6,26 T
Volume
143,4 rb4,5 rb
Lot
1,43 rb45
Perputaran
132,86 jt10,44 jt
Harga Rata-rata
926,492.320,44
Nilai Transaksi
132,86 jt10,44 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
9202.330
Volume Ekuilibrium Indikatif
1025

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBHI
Lihat detail
EPMT
Lihat detail

Tentang Allo Bank Indonesia Tbk

PT Bank Harda Internasional Tbk (the Company) formerly PT Bank Arta Griya changed Bank Harda Griya was established on Notarial Deed No. 242 dated October 21, 1992 of Poerbaningsih Adi Warsito S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman BBHI

Tentang Enseval Putera Megatrading Tbk.

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.

Selengkapnya di halaman EPMT