Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.275 (kapitalisasi pasar 768,87 T, volume 24 jam 33,81 jt), sedangkan Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas diperdagangkan di Rp262 (kapitalisasi pasar 12,67 M, volume 24 jam 6,05 jt). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 60684,3× kapitalisasi pasar Reksa Dana Syariah Trimegah Syariah ETF Emas, dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (33,81 jt vs 6,05 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| BBCA | XTRA | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 768,87 T | 12,67 M |
Volume | 33,81 jt | 6,05 jt |
Lot | 338,13 rb | 60,52 rb |
Perputaran | 212,7 M | 1,6 M |
Harga Rata-rata | 6.290,66 | 264,91 |
Nilai Transaksi | 212,7 M | 1,6 M |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 6.300 | — |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 3,83 jt | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
BBCA menunjukkan kinerja fundamental yang solid dengan aset tumbuh 10,4% YoY menjadi Rp1.660,58 triliun pada Q2 2026. Bank terbesar di Indonesia ini mempertahankan profitabilitas tinggi dengan NPM 45,22% dan ROE 20,44%. Meski arus kas operasional turun 21,16% pada kuartal terakhir, neraca tetap sehat dengan debt-to-asset ratio 0,83. Saham diperdagangkan pada valuasi wajar dengan PER 13,28x, mencerminkan posisi dominan di perbankan Indonesia.
Outlook positif didukung ekspansi kredit dan stabilitas sektor perbankan Indonesia. Risiko utama meliputi tekanan margin akibat kenaikan suku bunga BI dan perlambatan ekonomi domestik. Untuk investor jangka panjang, BBCA tetap menjadi pilihan berkualitas dengan fundamental kuat dan dividen konsisten, meski perlu memantau perkembangan regulasi perbankan dan pertumbuhan kredit ke depan.
Belum ada sinyal Aura AI.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.
Selengkapnya di halaman BBCA →