Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Central Asia Tbk (BBCA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bank Central Asia TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.350 (kapitalisasi pasar 768,87 T, volume 24 jam 87,18 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp63 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 18,85 jt). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 785,5× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (87,18 jt vs 18,85 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBCASQMI
Kapitalisasi Pasar
768,87 T978,87 M
Volume
87,18 jt18,85 jt
Lot
871,77 rb188,48 rb
Perputaran
549,68 M1,15 M
Harga Rata-rata
6.305,2961,04
Nilai Transaksi
549,68 M1,15 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.35063
Volume Ekuilibrium Indikatif
130,53 rb1,74 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBCA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.

Selengkapnya di halaman BBCA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI