Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Central Asia Tbk (BBCA) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Bank Central Asia Tbk
Summarecon Agung Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Summarecon Agung Tbk.: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.225 (kapitalisasi pasar 753,61 T, volume 24 jam 180,06 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp282 (kapitalisasi pasar 4,66 T, volume 24 jam 11,14 jt). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 161,7× kapitalisasi pasar Summarecon Agung Tbk., dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (180,06 jt vs 11,14 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBCASMRA
Kapitalisasi Pasar
753,61 T4,66 T
Volume
180,06 jt11,14 jt
Lot
1,8 jt111,39 rb
Perputaran
1,11 T3,15 M
Harga Rata-rata
6.176,89282,48
Nilai Transaksi
1,11 T3,15 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.225282
Volume Ekuilibrium Indikatif
292,85 rb21,29 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBCA
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.

Selengkapnya di halaman BBCA

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA