Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Central Asia Tbk (BBCA) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Bank Central Asia TbkTrading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.300 (kapitalisasi pasar 774,97 T, volume 24 jam 30,22 jt), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp316 (kapitalisasi pasar 2,06 T, volume 24 jam 18,04 jt). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 376,2× kapitalisasi pasar Maharaksa Biru Energi Tbk., dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (30,22 jt vs 18,04 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBCAOASA
Kapitalisasi Pasar
774,97 T2,06 T
Volume
30,22 jt18,04 jt
Lot
302,19 rb180,41 rb
Perputaran
189,96 M5,73 M
Harga Rata-rata
6.286,24317,73
Nilai Transaksi
189,96 M5,73 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.350324
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,2 jt436,3 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBCA
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.

Selengkapnya di halaman BBCA

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA