Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Central Asia Tbk (BBCA) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Bank Central Asia Tbk
Jaya Agra Wattie Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Jaya Agra Wattie Tbk: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.225 (kapitalisasi pasar 753,61 T, volume 24 jam 180,06 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,45 jt). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 403× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (180,06 jt vs 1,45 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBCAJAWA
Kapitalisasi Pasar
753,61 T1,87 T
Volume
180,06 jt1,45 jt
Lot
1,8 jt14,49 rb
Perputaran
1,11 T164,85 jt
Harga Rata-rata
6.176,89113,81
Nilai Transaksi
1,11 T164,85 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.225113
Volume Ekuilibrium Indikatif
292,85 rb34

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBCA
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.

Selengkapnya di halaman BBCA

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA