Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Central Asia Tbk (BBCA) vs Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK)

Bank Central Asia TbkTrading
Nusa Konstruksi Enjiniring TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.225 (kapitalisasi pasar 753,61 T, volume 24 jam 180,06 jt), sedangkan Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk diperdagangkan di Rp138 (kapitalisasi pasar 764,68 M, volume 24 jam 3,55 jt). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 985,5× kapitalisasi pasar Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (180,06 jt vs 3,55 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBCADGIK
Kapitalisasi Pasar
753,61 T764,68 M
Volume
180,06 jt3,55 jt
Lot
1,8 jt35,51 rb
Perputaran
1,11 T488,34 jt
Harga Rata-rata
6.176,89137,54
Nilai Transaksi
1,11 T488,34 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.225138
Volume Ekuilibrium Indikatif
292,85 rb201

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBCA
Lihat detail
DGIK
Lihat detail

Tentang Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.

Selengkapnya di halaman BBCA

Tentang Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk formerly PT Duta Graha Indah Tbk (the company) was established on 11 Jan 1982 based on Notaries Deed No.38. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 21 of Mr. Haryanto, S.H., dated Sep 18, 2007, concerning among others, increase Company’s authorized stock, paid up capital and public offering of stock.

Selengkapnya di halaman DGIK