Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bank Central Asia Tbk (BBCA) vs Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR)

Bank Central Asia Tbk
Bintang Mitra Semestaraya Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bank Central Asia Tbk dan Bintang Mitra Semestaraya Tbk: Bank Central Asia Tbk diperdagangkan di Rp6.225 (kapitalisasi pasar 753,61 T, volume 24 jam 180,06 jt), sedangkan Bintang Mitra Semestaraya Tbk diperdagangkan di Rp292 (kapitalisasi pasar 354,72 M, volume 24 jam 306 rb). Perbedaan utamanya: Bank Central Asia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2124,5× kapitalisasi pasar Bintang Mitra Semestaraya Tbk, dan Bank Central Asia Tbk lebih aktif diperdagangkan (180,06 jt vs 306 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BBCABMSR
Kapitalisasi Pasar
753,61 T354,72 M
Volume
180,06 jt306 rb
Lot
1,8 jt3,06 rb
Perputaran
1,11 T91,37 jt
Harga Rata-rata
6.176,89298,59
Nilai Transaksi
1,11 T91,37 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.225292
Volume Ekuilibrium Indikatif
292,85 rb3

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BBCA
Lihat detail
BMSR
Lihat detail

Tentang Bank Central Asia Tbk

PT. Bank Central Asia, Tbk (the Company) was established under the name of N.V. Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory based on notarial deed No. 38 of Raden Mas Soeprapto dated 10 August 1955, which was then changed to PT Bank Central Asia based on notarial deed No. 144 of Ridwan Suselo dated 21 May 1974.

Selengkapnya di halaman BBCA

Tentang Bintang Mitra Semestaraya Tbk

PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (the Company) was established on November 16, 1989 based on Notarial Deed No. 240 of Mrs Siti Pertiwi Henny Shidki, S.H., which had been amended by Notarial Deed No. 246 dated May 31, 1991 by the same Notary regarding the change of name from PT Bintang Mahkota Semestaraya into PT Bintang Mitra Semestaraya. BMSR is a company that concentrate its business on investing its capital on property companies. It generally invest its capital through subsidiary companies and groups in developing commercial buildings, apartments and general housing.

Selengkapnya di halaman BMSR