Perbedaan BounceBit dan Cartesi: BounceBit diperdagangkan di Rp340 (kapitalisasi pasar Rp406,2M, volume 24 jam Rp24,95M), sedangkan Cartesi diperdagangkan di Rp412,36 (kapitalisasi pasar Rp383,16M, volume 24 jam Rp14,73M). Perbedaan utamanya: BounceBit dan Cartesi berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar BounceBit 1,2B / 2,1B BB (58%) dibanding 929,5M / 1B CTSI (93%) milik Cartesi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan BounceBit selama 32 Hari dan Cartesi selama 91 Hari.
| BB | CTSI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp406,2M | Rp383,16M |
Volume (24h) | Rp24,95M | Rp14,73M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B BB (58%) | 929,5M / 1B CTSI (93%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 91 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
BounceBit chain, sebuah Layer 1 PoS dengan dua token yang diamankan oleh BTC dan $BB, memanfaatkan keamanan Bitcoin dengan kompatibilitas penuh EVM. Dengan merancang liquidity custody token (LCT) dan bermitra dengan CEFFU, pengguna dapat memperoleh bunga dari CeFi serta menggunakan LCT untuk restaking dan farming on-chain.
Selengkapnya di halaman BB →Cartesi (CTSI) adalah operating system pertama di blockchain. CTSI menjembatani perbedaan antara perangkat lunak utama dan blockchain, menyambut jutaan startup baru dan pengembang mereka ke blockchain dengan membawa Linux ke aplikasi blockchain. Cartesi menggabungkan mesin virtual inovatif, roll-up optimis, dan rantai samping untuk merevolusi cara pengembang membuat aplikasi blockchain.
Selengkapnya di halaman CTSI →