Perbedaan BounceBit dan Cetus Protocol: BounceBit diperdagangkan di Rp211,09 (kapitalisasi pasar Rp255,48M, volume 24 jam Rp118,95M), sedangkan Cetus Protocol diperdagangkan di Rp347,16 (kapitalisasi pasar Rp332,49M, volume 24 jam Rp49,17M). Perbedaan utamanya: Cetus Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar BounceBit 1,2B / 2,1B BB (58%) dibanding 960,9M / 1B CETUS (97%) milik Cetus Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan BounceBit selama 33 Hari dan Cetus Protocol selama 31 Hari.
| BB | CETUS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp255,48M | Rp332,49M |
Volume (24h) | Rp118,95M | Rp49,17M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B BB (58%) | 960,9M / 1B CETUS (97%) |
Typical Hold Time | 33 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BounceBit chain, sebuah Layer 1 PoS dengan dua token yang diamankan oleh BTC dan $BB, memanfaatkan keamanan Bitcoin dengan kompatibilitas penuh EVM. Dengan merancang liquidity custody token (LCT) dan bermitra dengan CEFFU, pengguna dapat memperoleh bunga dari CeFi serta menggunakan LCT untuk restaking dan farming on-chain.
Selengkapnya di halaman BB →Cetus Protocol, sebuah protokol pertukaran dan likuiditas terdesentralisasi, beroperasi di blockchain Sui dan Aptos. Protokol ini memanfaatkan paradigma Concentrated Liquidity Market Makers (CLMM), mengintegrasikan elemen dari Uniswap V3 dan Trader Joe untuk menawarkan opsi trading dan likuiditas yang lebih canggih. Cetus bertujuan membangun jaringan likuiditas yang kuat dan fleksibel, meningkatkan pengalaman trading dan efisiensi likuiditas bagi pengguna DeFi.
Selengkapnya di halaman CETUS →