Perbedaan BounceBit dan Blast: BounceBit diperdagangkan di Rp205,24 (kapitalisasi pasar Rp250,8M, volume 24 jam Rp120,03M), sedangkan Blast diperdagangkan di Rp4,31 (kapitalisasi pasar Rp290,69M, volume 24 jam Rp14,86M). Perbedaan utamanya: Blast lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar BounceBit 1,2B / 2,1B BB (58%) dibanding 67,2B / 100B BLAST (68%) milik Blast. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan BounceBit selama 33 Hari dan Blast selama 23 Hari.
| BB | BLAST | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp250,8M | Rp290,69M |
Volume (24h) | Rp120,03M | Rp14,86M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2,1B BB (58%) | 67,2B / 100B BLAST (68%) |
Typical Hold Time | 33 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
BounceBit chain, sebuah Layer 1 PoS dengan dua token yang diamankan oleh BTC dan $BB, memanfaatkan keamanan Bitcoin dengan kompatibilitas penuh EVM. Dengan merancang liquidity custody token (LCT) dan bermitra dengan CEFFU, pengguna dapat memperoleh bunga dari CeFi serta menggunakan LCT untuk restaking dan farming on-chain.
Selengkapnya di halaman BB →Blast adalah Layer 2 Ethereum pertama yang menghadirkan yield native untuk ETH dan stablecoin, berasal dari staking ETH dan protokol Real-World Asset (RWA). Berbeda dengan L2 lain yang memberi 0% yield, Blast menawarkan 3,4% untuk ETH dan 8% untuk stablecoin. Blast juga memberi builder akses ke yield native dan berbagi pendapatan gas, sehingga bisa menciptakan produk dan model bisnis yang lebih kompetitif.
Selengkapnya di halaman BLAST →