Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Mitra Angkasa Sejahtera Tbk.
Wilton Makmur Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp29 (kapitalisasi pasar 134,41 M, volume 24 jam 984,9 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp61 (kapitalisasi pasar 823,49 M, volume 24 jam 69,43 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 6,1× kapitalisasi pasar Mitra Angkasa Sejahtera Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (69,43 jt vs 984,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAUTSQMI
Kapitalisasi Pasar
134,41 M823,49 M
Volume
984,9 rb69,43 jt
Lot
9,85 rb694,32 rb
Perputaran
28,4 jt3,99 M
Harga Rata-rata
28,8457,5
Nilai Transaksi
28,4 jt3,99 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2961
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,57 rb9,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAUT
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Mitra Angkasa Sejahtera Tbk.

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“the Company”) is established based on Deed of Establishment No. 63 dated November 19, 2012 made by Doktorandus Wijanto Suwongso, S.H., Notary in Jakarta. The Company started its commercial operations in 2016.

Selengkapnya di halaman BAUT

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI