Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Mitra Angkasa Sejahtera Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp34 (kapitalisasi pasar 168,01 M, volume 24 jam 1,05 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 7,17 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Mitra Angkasa Sejahtera Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (7,17 jt vs 1,05 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAUTSQMI
Kapitalisasi Pasar
168,01 M978,87 M
Volume
1,05 jt7,17 jt
Lot
10,47 rb71,71 rb
Perputaran
36,48 jt442,75 jt
Harga Rata-rata
34,8661,74
Nilai Transaksi
36,48 jt442,75 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
3462
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,5 rb34

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAUT
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Mitra Angkasa Sejahtera Tbk.

PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (“the Company”) is established based on Deed of Establishment No. 63 dated November 19, 2012 made by Doktorandus Wijanto Suwongso, S.H., Notary in Jakarta. The Company started its commercial operations in 2016.

Selengkapnya di halaman BAUT

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI