Perbedaan Lombard dan Tensor: Lombard diperdagangkan di Rp1.971 (kapitalisasi pasar Rp676,33M, volume 24 jam Rp106,09M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp567,96 (kapitalisasi pasar Rp298,45M, volume 24 jam Rp76,82M). Perbedaan utamanya: Lombard jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Tensor, dan suplai Lombard dibatasi (343,1M / 1B BARD (35%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lombard selama 10 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| BARD | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp676,33M | Rp298,45M |
Volume (24h) | Rp106,09M | Rp76,82M |
Suplai yang Beredar | 343,1M / 1B BARD (35%) | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 10 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Lombard mengembangkan pasar modal Bitcoin on-chain untuk memaksimalkan potensi Bitcoin. Didirikan pada 2024, Lombard memimpin sektor DeFi melalui LBTC—opsi Bitcoin penghasil yield terbesar. Perusahaan ini membangun infrastruktur untuk mempercepat adopsi BTC dan didukung oleh para pemimpin aset digital terkemuka.
Selengkapnya di halaman BARD →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →