Perbedaan Lombard dan Qtum: Lombard diperdagangkan di Rp1.969 (kapitalisasi pasar Rp676,49M, volume 24 jam Rp111,74M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp11.895 (kapitalisasi pasar Rp1,26T, volume 24 jam Rp95,63M). Perbedaan utamanya: Qtum lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Lombard 343,1M / 1B BARD (35%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lombard selama 10 Hari dan Qtum selama 69 Hari.
| BARD | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp676,49M | Rp1,26T |
Volume (24h) | Rp111,74M | Rp95,63M |
Suplai yang Beredar | 343,1M / 1B BARD (35%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 69 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Lombard mengembangkan pasar modal Bitcoin on-chain untuk memaksimalkan potensi Bitcoin. Didirikan pada 2024, Lombard memimpin sektor DeFi melalui LBTC—opsi Bitcoin penghasil yield terbesar. Perusahaan ini membangun infrastruktur untuk mempercepat adopsi BTC dan didukung oleh para pemimpin aset digital terkemuka.
Selengkapnya di halaman BARD →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →