Perbedaan Lombard dan Boba Network: Lombard diperdagangkan di Rp1.970 (kapitalisasi pasar Rp673,08M, volume 24 jam Rp98,49M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp321,12 (kapitalisasi pasar Rp157,59M, volume 24 jam Rp11,99M). Perbedaan utamanya: Lombard jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Lombard 343,1M / 1B BARD (35%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lombard selama 10 Hari dan Boba Network selama 11 Hari.
| BARD | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp673,08M | Rp157,59M |
Volume (24h) | Rp98,49M | Rp11,99M |
Suplai yang Beredar | 343,1M / 1B BARD (35%) | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Lombard mengembangkan pasar modal Bitcoin on-chain untuk memaksimalkan potensi Bitcoin. Didirikan pada 2024, Lombard memimpin sektor DeFi melalui LBTC—opsi Bitcoin penghasil yield terbesar. Perusahaan ini membangun infrastruktur untuk mempercepat adopsi BTC dan didukung oleh para pemimpin aset digital terkemuka.
Selengkapnya di halaman BARD →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →