Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) vs Enseval Putera Megatrading Tbk. (EPMT)

Bhakti Agung Propertindo Tbk.
Enseval Putera Megatrading Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Bhakti Agung Propertindo Tbk. dan Enseval Putera Megatrading Tbk.: Bhakti Agung Propertindo Tbk. diperdagangkan di Rp16 (kapitalisasi pasar 83,88 M, volume 24 jam 40,36 jt), sedangkan Enseval Putera Megatrading Tbk. diperdagangkan di Rp2.330 (kapitalisasi pasar 6,26 T, volume 24 jam 4,5 rb). Perbedaan utamanya: Enseval Putera Megatrading Tbk. jauh lebih besar — sekitar 74,6× kapitalisasi pasar Bhakti Agung Propertindo Tbk., dan Bhakti Agung Propertindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (40,36 jt vs 4,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAPIEPMT
Kapitalisasi Pasar
83,88 M6,26 T
Volume
40,36 jt4,5 rb
Lot
403,57 rb45
Perputaran
645,71 jt10,44 jt
Harga Rata-rata
162.320,44
Nilai Transaksi
645,71 jt10,44 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
162.330
Volume Ekuilibrium Indikatif
103,93 rb5

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

EPMT
Lihat detail

Tentang Bhakti Agung Propertindo Tbk.

PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (the “Company”) was established in the Republic of Indonesia originally under the name of “PT Paku Bumi Sejahtera” on July 20, 2012 based on Notarial Deed No. 3 of Habib, S.H., M.Hum.

Selengkapnya di halaman BAPI

Tentang Enseval Putera Megatrading Tbk.

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk, formerly PT Arya Gupta Cempaka, was established based on deed No. 64 dated October 26, 1998 of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya,SH, notary public in Jakarta. The company’s articles of association have been amended several times, most recently by deed No. 200 dated June 30, 1997 of Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, notary public in Jakarta, concerning the changes of the company’s articles of association to comply with Corporate Law no. 1 year 1995, the increase in the company’s authorized capital and the change in par value per share from Rp 1,000 to Rp 500.

Selengkapnya di halaman EPMT