Perbedaan Lorenzo Protocol dan SuperVerse: Lorenzo Protocol diperdagangkan di Rp657,28 (kapitalisasi pasar Rp506,18M, volume 24 jam Rp1,75T), sedangkan SuperVerse diperdagangkan di Rp1.523 (kapitalisasi pasar Rp975,37M, volume 24 jam Rp40,22M). Perbedaan utamanya: SuperVerse lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Lorenzo Protocol 764,9M / 2,1B BANK (37%) dibanding 640,2M / 1.000M SUPER (65%) milik SuperVerse. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lorenzo Protocol selama 3 Hari dan SuperVerse selama 28 Hari.
| BANK | SUPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp506,18M | Rp975,37M |
Volume (24h) | Rp1,75T | Rp40,22M |
Suplai yang Beredar | 764,9M / 2,1B BANK (37%) | 640,2M / 1.000M SUPER (65%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Lorenzo adalah platform manajemen aset berstandar institusional yang berfokus pada tokenisasi produk keuangan penghasil imbal hasil. Inovasi utamanya, Financial Abstraction Layer (FAL), memungkinkan penerbitan On-Chain Traded Funds (OTFs)—strategi yield ter-tokenisasi yang membuat pembiayaan aset kripto menjadi lebih mudah, efisien, dan skalabel.
Selengkapnya di halaman BANK →SuperVerse adalah protokol keuangan terdesentralisasi cross-chain (DeFi) yang dibangun untuk memfasilitasi peluncuran non-fungible token (NFT) baru tanpa diperlukan pemrograman. Pasar dan seperangkat alat inovatif memungkinkan proyek apa pun untuk menerapkan farming dengan aturannya sendiri. Token SUPER memberi pengguna akses ke berbagai peluang di dunia kripto melalui SUPERVERSE, Partner Video Games, dan drop NFT yang sering terjadi.
Selengkapnya di halaman SUPER →