Perbedaan Lorenzo Protocol dan Starknet: Lorenzo Protocol diperdagangkan di Rp662,5 (kapitalisasi pasar Rp504,46M, volume 24 jam Rp1,77T), sedangkan Starknet diperdagangkan di Rp407,31 (kapitalisasi pasar Rp2,78T, volume 24 jam Rp899,61M). Perbedaan utamanya: Starknet jauh lebih besar — sekitar 5,5× kapitalisasi pasar Lorenzo Protocol, dan suplai Lorenzo Protocol dibatasi (764,9M / 2,1B BANK (37%)), sedangkan Starknet terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lorenzo Protocol selama 3 Hari dan Starknet selama 75 Hari.
| BANK | STRK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp504,46M | Rp2,78T |
Volume (24h) | Rp1,77T | Rp899,61M |
Suplai yang Beredar | 764,9M / 2,1B BANK (37%) | 6,8B STRK |
Typical Hold Time | 3 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Lorenzo adalah platform manajemen aset berstandar institusional yang berfokus pada tokenisasi produk keuangan penghasil imbal hasil. Inovasi utamanya, Financial Abstraction Layer (FAL), memungkinkan penerbitan On-Chain Traded Funds (OTFs)—strategi yield ter-tokenisasi yang membuat pembiayaan aset kripto menjadi lebih mudah, efisien, dan skalabel.
Selengkapnya di halaman BANK →StarkNet adalah Validity-Rollup terdesentralisasi permissionless (juga dikenal sebagai 'ZK-Rollup'). Starknet beroperasi sebagai jaringan L2 di Ethereum, memungkinkan setiap dApp mencapai skala komputasi yang tidak terbatas—tanpa mengorbankan composability dan keamanan Ethereum, berkat ketergantungan StarkNet pada sistem cryptographic proof yang paling aman dan scalable—STARK.
Selengkapnya di halaman STRK →