Perbedaan Lorenzo Protocol dan Epic Chain: Lorenzo Protocol diperdagangkan di Rp660,85 (kapitalisasi pasar Rp504,46M, volume 24 jam Rp1,77T), sedangkan Epic Chain diperdagangkan di Rp6.550 (kapitalisasi pasar Rp217,9M, volume 24 jam Rp226,87M). Perbedaan utamanya: Lorenzo Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Epic Chain, dan suplai beredar Lorenzo Protocol 764,9M / 2,1B BANK (37%) dibanding 33,6M / 33,6M EPIC (100%) milik Epic Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lorenzo Protocol selama 3 Hari dan Epic Chain selama 9 Hari.
| BANK | EPIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp504,46M | Rp217,9M |
Volume (24h) | Rp1,77T | Rp226,87M |
Suplai yang Beredar | 764,9M / 2,1B BANK (37%) | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) |
Typical Hold Time | 3 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Lorenzo adalah platform manajemen aset berstandar institusional yang berfokus pada tokenisasi produk keuangan penghasil imbal hasil. Inovasi utamanya, Financial Abstraction Layer (FAL), memungkinkan penerbitan On-Chain Traded Funds (OTFs)—strategi yield ter-tokenisasi yang membuat pembiayaan aset kripto menjadi lebih mudah, efisien, dan skalabel.
Selengkapnya di halaman BANK →Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →