Perbedaan Band dan Subsquid: Band diperdagangkan di Rp2.862 (kapitalisasi pasar Rp516,04M, volume 24 jam Rp35,43M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp801,59 (kapitalisasi pasar Rp886,96M, volume 24 jam Rp74,02M). Perbedaan utamanya: Subsquid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Subsquid dibatasi (1,1B / 1,3B SQD (84%)), sedangkan Band terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Band selama 72 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| BAND | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp516,04M | Rp886,96M |
Volume (24h) | Rp35,43M | Rp74,02M |
Suplai yang Beredar | 180,6M BAND | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 72 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Band Protocol adalah platform oracle cross-chain yang mampu mengambil data dunia nyata dan memanyediakan ke aplikasi on-chain, dan juga menghubungkan API ke kontrak pintar untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara on-chain dan off-chain sumber data. BAND dirancang untuk menjadi lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan kompetitor solusi oracle lain dan juga kompatibel dengan sebagian besar kerangka kerja pengembangan blockchain dan kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman BAND →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →