Perbedaan Band dan Hemi: Band diperdagangkan di Rp2.861 (kapitalisasi pasar Rp516,04M, volume 24 jam Rp35,43M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp85,55 (kapitalisasi pasar Rp83,37M, volume 24 jam Rp56,78M). Perbedaan utamanya: Band jauh lebih besar — sekitar 6,2× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Band 180,6M BAND dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Band selama 72 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| BAND | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp516,04M | Rp83,37M |
Volume (24h) | Rp35,43M | Rp56,78M |
Suplai yang Beredar | 180,6M BAND | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 72 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Band Protocol adalah platform oracle cross-chain yang mampu mengambil data dunia nyata dan memanyediakan ke aplikasi on-chain, dan juga menghubungkan API ke kontrak pintar untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara on-chain dan off-chain sumber data. BAND dirancang untuk menjadi lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan kompetitor solusi oracle lain dan juga kompatibel dengan sebagian besar kerangka kerja pengembangan blockchain dan kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman BAND →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →