Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) vs Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA)

Saranacentral Bajatama TbkTrading
Super Bank Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Saranacentral Bajatama Tbk dan Super Bank Indonesia Tbk.: Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 288 M, volume 24 jam 1,21 jt), sedangkan Super Bank Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp595 (kapitalisasi pasar 18,62 T, volume 24 jam 22,65 jt). Perbedaan utamanya: Super Bank Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 64,7× kapitalisasi pasar Saranacentral Bajatama Tbk, dan Super Bank Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (22,65 jt vs 1,21 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAJASUPA
Kapitalisasi Pasar
288 M18,62 T
Volume
1,21 jt22,65 jt
Lot
12,09 rb226,46 rb
Perputaran
193,62 jt13,13 M
Harga Rata-rata
160,18579,81
Nilai Transaksi
193,62 jt13,13 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
161595
Volume Ekuilibrium Indikatif
411,5 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAJA
Lihat detail
SUPA
Lihat detail

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA

Tentang Super Bank Indonesia Tbk.

PT Super Bank Indonesia Tbk. (hereinafter referred to as the Bank) formerly under the name of PT Bank Fama International was established by Deed No. 36 on 5 March 1993, before Notary Herlien, S.H. The Bank has received a license as a commercial bank according to the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 834/KMK.017/1993 dated 11 October 1993.

Selengkapnya di halaman SUPA