Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Saranacentral Bajatama TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Saranacentral Bajatama Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 288 M, volume 24 jam 1,21 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.220 (kapitalisasi pasar 9,94 T, volume 24 jam 578,5 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 34,5× kapitalisasi pasar Saranacentral Bajatama Tbk, dan Saranacentral Bajatama Tbk lebih aktif diperdagangkan (1,21 jt vs 578,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAJARLCO
Kapitalisasi Pasar
288 M9,94 T
Volume
1,21 jt578,5 rb
Lot
12,09 rb5,79 rb
Perputaran
193,62 jt1,81 M
Harga Rata-rata
160,183.130,32
Nilai Transaksi
193,62 jt1,81 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1613.220
Volume Ekuilibrium Indikatif
460

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAJA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO