Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) vs Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA)

Saranacentral Bajatama Tbk
Prodia Widyahusada Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Saranacentral Bajatama Tbk dan Prodia Widyahusada Tbk.: Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 288 M, volume 24 jam 1,21 jt), sedangkan Prodia Widyahusada Tbk. diperdagangkan di Rp2.390 (kapitalisasi pasar 2,28 T, volume 24 jam 1,85 jt). Perbedaan utamanya: Prodia Widyahusada Tbk. jauh lebih besar — sekitar 7,9× kapitalisasi pasar Saranacentral Bajatama Tbk, dan Prodia Widyahusada Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,85 jt vs 1,21 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAJAPRDA
Kapitalisasi Pasar
288 M2,28 T
Volume
1,21 jt1,85 jt
Lot
12,09 rb18,49 rb
Perputaran
193,62 jt4,44 M
Harga Rata-rata
160,182.402,77
Nilai Transaksi
193,62 jt4,44 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1612.390
Volume Ekuilibrium Indikatif
41,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAJA
Lihat detail
PRDA
Lihat detail

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA

Tentang Prodia Widyahusada Tbk.

PT Prodia Widyahusada Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Sri Rahayu, SH, No. 14 dated February 8, 1988. Clinical Laboratory Prodia was first established in Solo, Central Java, on May 7, 1973 by a few idealists pharmaceutical educational background.

Selengkapnya di halaman PRDA