Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) vs Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (CSIS)

Saranacentral Bajatama Tbk
Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Saranacentral Bajatama Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.: Saranacentral Bajatama Tbk diperdagangkan di Rp161 (kapitalisasi pasar 288 M, volume 24 jam 1,21 jt), sedangkan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. diperdagangkan di Rp165 (kapitalisasi pasar 294,6 M, volume 24 jam 5,2 jt). Perbedaan utamanya: Saranacentral Bajatama Tbk dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,2 jt vs 1,21 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAJACSIS
Kapitalisasi Pasar
288 M294,6 M
Volume
1,21 jt5,2 jt
Lot
12,09 rb51,99 rb
Perputaran
193,62 jt857,33 jt
Harga Rata-rata
160,18164,9
Nilai Transaksi
193,62 jt857,33 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
161165
Volume Ekuilibrium Indikatif
41,73 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAJA
Lihat detail
CSIS
Lihat detail

Tentang Saranacentral Bajatama Tbk

PT. Saranacentral Bajatama (SCB), established in 1996, is belonging to Sarana Steel Group, which was set up in 1970 and has built up its strong reputation in the worldwide steel industry. In order to provide competitive Hot-Dip Galvanized Steel Sheet/Coil to the customers, SCB take advantage of more advanced NOF (Non-Oxidation Furnace) System for production process, by which SCB differentiate itself from other competitors that use conventional processing system.

Selengkapnya di halaman BAJA

Tentang Cahayasakti Investindo Sukses Tbk.

PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (the Company) was established based on the Deed of Notary Djurnawati Soetarmono, SH, No. 52 dated June 2, 1995. The Company belongs to a group of companies owned by PT Andalan Utama Bintara.

Selengkapnya di halaman CSIS