Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Bersama Mencapai Puncak Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bersama Mencapai Puncak Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Bersama Mencapai Puncak Tbk. diperdagangkan di Rp458 (kapitalisasi pasar 536,69 M, volume 24 jam 273,56 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Bersama Mencapai Puncak Tbk. lebih aktif diperdagangkan (273,56 jt vs 21,12 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAIKSQMI
Kapitalisasi Pasar
536,69 M978,87 M
Volume
273,56 jt21,12 jt
Lot
2,74 jt211,22 rb
Perputaran
125,69 M1,32 M
Harga Rata-rata
459,4762,72
Nilai Transaksi
125,69 M1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
45862
Volume Ekuilibrium Indikatif
12,2 rb1,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAIK
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Bersama Mencapai Puncak Tbk.

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (the Company) was established based on Deed No. 8, dated February 7, 2018 made before Notary Robertus Radio Poetra, S.H., M.Kn. in Malang. The company started its commercial activities since 2018, by operating using the Ayam Goreng Nelongso and Nelongso trademarks.

Selengkapnya di halaman BAIK

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI