Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bersama Mencapai Puncak Tbk. (BAIK) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Bersama Mencapai Puncak Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bersama Mencapai Puncak Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Bersama Mencapai Puncak Tbk. diperdagangkan di Rp680 (kapitalisasi pasar 777,97 M, volume 24 jam 15,52 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp113 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,45 jt). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Bersama Mencapai Puncak Tbk., dan Bersama Mencapai Puncak Tbk. lebih aktif diperdagangkan (15,52 jt vs 1,45 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

BAIKJAWA
Kapitalisasi Pasar
777,97 M1,87 T
Volume
15,52 jt1,45 jt
Lot
155,21 rb14,49 rb
Perputaran
10,57 M164,85 jt
Harga Rata-rata
680,95113,81
Nilai Transaksi
10,57 M164,85 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
680113
Volume Ekuilibrium Indikatif
78334

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

BAIK
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Bersama Mencapai Puncak Tbk.

PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (the Company) was established based on Deed No. 8, dated February 7, 2018 made before Notary Robertus Radio Poetra, S.H., M.Kn. in Malang. The company started its commercial activities since 2018, by operating using the Ayam Goreng Nelongso and Nelongso trademarks.

Selengkapnya di halaman BAIK

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA